Friday, February 28, 2014

The Concept of the Mask

no one seems to grasp the concept of the mask




extras:

  1. Evey: Who -- Who are you?
  2. V: Voila! In view, a humble vaudevillian veteran, cast vicariously as both victim and villain by the vicissitudes of Fate. This visage, no mere veneer of vanity, is a vestige of the vox populi, now vacant, vanished. However, this valorous visitation of a by-gone vexation, stands vivified, and has vowed to vanquish these venal and virulent vermin van-guarding vice and vouchsafing the violently vicious and voracious violation of volition. The only verdict is vengeance; a vendetta, held as a votive, not in vain, for the value and veracity of such shall one day vindicate the vigilant and the virtuous. Verily, this vichyssoise of verbiage veers most verbose, so let me simply add that it is my very good honor to meet you and you may call me V. And you would be?

  1. V: There are no coincidences, only the illusion of coincidences.

  1. V: There is no certainty, only opportunity.

  1. Evey: My father was a writer. You would've liked him. He used to say that artists use lies to tell the truth, while politicians use them to cover the truth up.

  1. Creedy: Die! Die! Why won't you die?
  2. V: Beneath this mask there is more than flesh Mr Creedy.
  3. V: Beneath this mask there is an idea. And ideas are bulletproof.

  1. Deitrich: You wear a mask for so long you forget who you were beneath it.


Thursday, February 20, 2014

Tujuan Perjalanan Habuan Perjuangan

"Sebuah perjalanan harus ada tujuan. Sebuah perjuangan harus ada habuan. Daku hanyalah insan biasa, bertanyakan suatu yang sesuai dengan pemikiran orang-orang biasa".

"Awang, janganlah kau menganggap kami tidak kenal siapa engkau. Tidak pernah sebarang kelakuanmu terlepas dari pandangan kami di pulau ini. Dan tiada yang biasa dalam perkataanmu, apatah lagi tentang hal sepenting ini. Ada batasnya untuk seseorang merendah diri!"

"Tuan terlalu memandang tinggi padaku, tetapi ianya tidaklah menjawab persoalan yang daku kemukakan. Daku sendiri mempunyai orang tua yang sudah uzur, dan anak buah yang masih kecil. Mereka akan mengalami sedikit sebanyak kesukaran sepanjang ketiadaanku, sekiranya daku menyertai rombongan ini. Dan daku pasti anak muda yang lain juga ada tanggungan masing-masing pada keluarga mereka."

"Kami penghuni pulau ini semuanya berdarah pahlawan. Kami tidak minta ganjaran ke atas khidmat kami sebagai pejuang. Mengapa kau harus meminta-minta sedangkan peluang untuk berjalan dan berjuang adalah suatu hadiah yang kami nanti-nantikan?"

"Benar katamu, merendah diri ada batasnya! Setiap tahun anak-anak muda pulau ini mengembara ke Tanah Besar mencari sebuah harga diri, dan setiap rombongan yang melawat dan membawa mereka pergi dari pulau ini membawa hadiah dan saguhati untuk keluarga yang ditinggalkan. Ia tidak pernah diminta tetapi semua mengharapkannya, atau adakah daku tidak bercakap benar?"

"Sudah! Awang, jangan kau terlalu celupar. Kami tidak pernah meminta apa-apa mahupun mengharapkan imbuhan dari orang lain.
bla bla bla

OR
Awang made Zeratul say it. And advising him along the conversation/argument.